|
|
|
|
Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT. Sebab atas karunia dan kasih sayang-Nya aku bisa memperbarui rumah maya untuk yang kesekian kalinya. Setelah bosan dengan tampilan lama akhinya menemukan juga desain yang cocok untuk aku tempati saat ini. Akhirnya warna merah dan putih mendominasi di website kali ini. Menjelang kampanye orang-orang memakai warna atribut partai masing-masing, sedang saya tetap suka merah dan putih. That is flag color of my country.
Aku menyadari belum banyak dari saudara-saudara yang mengenal aku. Karena aku memang bukan artis, politisi, narapidana atau lainnya. Aku hanya seorang yang menyenangi akan diriku sendiri.
Artikel di bawah adalah hasil 'ijtihad' saya sendiri. Komentar tentang artikel saya butuhkan demi memperbaiki artikel selanjutnya. Bagi yang punya Facebook atau Friendster bisa add saya. Terimakasih.
Your feedback is very important to me and i will do everything to fulfill your wishes.
Posted By: Iwan Hafidz Zaini
Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Hal ini terbukti dengan ajaran-ajaran Islam yang sangat memperhatikan masalah sosial. Setelah umat berinteraksi dengan Allah lewat sholat, Allah menyuruh umat untuk kembali berbaur dengan masyarakat. Setelah umat melakukan ibadah puasa, Allah menyuruh umat untuk berbagi kepada mereka yang kurang mampu dengan media zakat.
Sungguh indah ajaran agama Islam. Selain itu hukum-hukum yang terdapat dalam agama Islam-pun tak ketinggalan zaman alias "sholih fi kulli zaman wa makan".
Sehingga pantaslah hukum Islam mendapat apresiasi tinggi. Sebab hukum harus mengikuti zaman, bukan zaman mengikuti hukum. Jika hukum mengikuti zaman, maka zaman akan berkembang sesuai dengan koridor hukum. Akan tetapi kalau zaman mengikuti hukum, maka zaman tidak akan bisa berkembang sama sekali. [READ MORE]
Posted By: Iwan Hafidz
Kang Sodrun lewat gubug Santri kebetulan ada kang Hakim. Ia lantas bertanya, "assalamu'alaikum, Kang. Gimana kabarnya?"
"Wa'alaikum salam�Baik..ada apa nih kelihatannya lagi bahagia?"
"Campur-campur Kang" Jawab Sodrun.
"Lho kok campur? Apa maksudnya"
"Ya lagi bahagia sekaligus sedih, Kang. Gini ceritanya, bulan yang lalu saya ikut ujian CPNS dan hari ini saya diterima. Ya, saya bahagia sekali. Sedihnya, ternyata saya bisa langsung diterima asal saya ngasih uang �pelicin�. Mampu sih saya mampu bayar, tapi saya takut dengan hadits yang berbunyi �orang yang menyuap dan yang disuap keduanya masuk neraka�. Saya jadi takut, Kang. Ada polisi gak, Kang tuk masalah ini?"jelas dan tanya Sodrun.
[READ MORE]
Ray Tomlison Sang Penemu Email
Siang ini saya dapat balasan email dari adik saya yang sedang study di Kairo, Mesir. Padahal baru tadi pagi saya mengirim email untuknya. Email atau surat elektonik telah menjadi bagian dari hidup kita dalam berkirim kabar. Dengan munculnya email, kita sudah tidak lagi menggunakan surat manual yang ada perangkonya. Bayangkan, bila saya kirim surat yang ada perangkonya ke Mesir belum tentu satu bulan dapat balasan. Dah makan waktu banyak juga biaya yang besar. Dengan email bisa sekejap dalam hitungan menit kita bisa menerima balasannya. Gratis (cuma biaya internet) dan cepat.
Wuih.., canggih..Tapi, tahukah teman siapa yang pertama kali menemukan email?? Yang jelas bukan orang Indonesia - mungkin kalau orang Indonesia yang menemukan akan dinamakan Ismail. he..,he..-. [READ MORE]
Retold By: Iwan Hafidz Zaini
Suatu hari di Istana Baghdad, Raja Harun Al Rasyid
mengadakan pesta malam. Semua menteri, pejabat negara diundang. Tak luput
sobat Raja dan sobat kita semua, Abu Nawas juga di undang Tentu saja Abu
Nawas sangat senang. Malam itu dia pergi mengenakan pakaian yang paling
bagus yang dia miliki. Setelah Abu masuk, dia dipersilahkan duduk dekat
Sang Raja.
Setelah acara demi acara dimulai , tibalah saatnya
makan-makan. Inilah acara yang paling ditunggu para hadirin termasuk Abu,
mungkin juga kamu semua.
Didepan Abu Nawas sudah tersedia Ayam
panggang yang baunya membuat perut ndak kuat menahan lapar. Abu pun
mengambil pisau dan garpu siap-siap untuk makan.
Tapi...raja Harun
menghentikannya, "Tunggu Abu!!"
"Ya, Yang Mulia. Apa ada yang
salah?"
Raja tersenyum.
"Abu, sebelum kamu makan ayam itu kamu harus
ingat satu hal."
"Apa itu Yang Mulia?"
"Apa-apa yang kamu lakukan
pada ayam itu akan aku lakukan pada kamu juga."
"Maksud Yang
Mulia?"
[READ MORE]
bravenet.com